Home
About Us
What We Do
Activities
Members
Steering Council
Join Us!
Resource Materials
Links
Photo Gallery
Take Action
Media Release
Archives
Articles in Other
Languages
Artículos en Espanõl
Artikel di bahasa Indonesia

SERUAN AGRA terkait dengan Penembakan 4 Petani di Pasuruan

SERUAN AGRA (Aliansi Gerakan Reforma Agraria) terkait dengan Penembakan 4 orang Petani di Pasuruan, Jawa Timur

Sebagaimana yang dilaporkan oleh media massa, pada hari Rabu, tanggal 30 Mei 2007, terjadi lagi kekerasan terhadap kaum tani Indonesia, berupa penembakan terhadap rakyat tani yang melakukan unjuk rasa, sehingga menewaskan 4 (empat) orang tani dan melukai puluhan lainnya di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penembakan ini dilakukan oleh prajurit Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), dipicu oleh sengketa tanah seluas 539 hektar.

Warga Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok ini merupakan salah satu pihak yang memperebutkan tanah seluas 539 hektar di 11 desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lekok dan Grati, yang juga diklaim PT Rajawali Nusantara.

Berdasarkan informasi dari sejumlah warga Alas Tlogo dan Polres Pasuruan, peristiwa itu terjadi pukul 09.30. Awalnya, sebuah traktor yang dikawal 10 anggota TNI menggarap lahan yang sudah ditanami ketela pohon oleh warga dan hendak diganti menjadi tebu. Para tentara membawa senjata laras panjang dan pistol.

Kemudian, sekitar 50 warga Alas Tlogo mendatangi lokasi tanah itu. Menurut Kepala Desa Alas Tlogo Imam Sugnadi, warga hanya mau mengingatkan agar tanah yang sudah ditanami ketela pohon itu tidak digarap dulu karena proses hukum terhadap tanah belum selesai.

Melihat banyak warga petani mendatangi lokasi penggarapan lahan, tentara menjadi gelisah, apalagi setelah puluhan warga meneriaki mereka. Tembakan peringatan sebanyak dua kali pun dilepaskan. Setelah itu tembakan diarahkan ke warga.

Tembakan bahkan juga diarahkan ke rumah warga. Seorang ibu, Mistin (25), yang sedang menggendong anaknya, Khoirul (4), ikut tertembak dan langsung meninggal, sedangkan Khoirul yang juga terkena peluru di dada kanan dibawa ke RS Syaiful Anwar, Malang. Selain Mistin, yang meninggal karena tembakan adalah Utam (40)dan Khotijah (25) serta Rohman (23).

Warga tani kemudian bergerak ke jalan utama penghubung Probolinggo-Pasuruan di Kecamatan Lekok yang berjarak 2 kilometer dari desa mereka. Beberapa pohon di tepi jalan ditebang. Ratusan warga menduduki jalan dan melarang kendaraan lewat.

Peristiwa penembakan terhadap petani Pasuruan ini kembali menghentakkan kesadaran kita tentang betapa sengketa tanah telah menimbulkan akibat yang demikian hebatnya kepada rakyat tani. Kelambanan pemerintah menyelesaikannya telah mengakibatkan jatuhnya kembali korban jiwa di kalangan rakyat kecil, yang dalam peristiwa kekerasan kali ini, hanya karena alasanmengingatkan jangan merusak tanaman ketela pohon, lalu kemudian marinir Indonesia terpacu menembakkan senjatanya, persis seperti kita menonton film-film kekerasan.

Belum selesai kekerasan TNI AU akibat kasus tanah di Rumpin, Bogor dan kekerasan tentara dan polisi di Banyuwangi, Jawa Timur, kini kembali muncul kasus tanah Pasuruan.

Berdasarkan peristiwa ini, maka Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), menyampaikan seruannya sebagai berikut kepada seluruh anggota dan simpatisan AGRA:

  1. Memberikan ucapan simpati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga warga tani Alas Tlogo, Kecamatan Lekok,Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang menjadi korban penembakan Marinir (TNI AL), baik yang meninggal dunia maupun luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
  2. Melakukan aksi protes, baik berupa konferensi pers, maupun menyampaikan surat protes kepada TNI, kepolisian, DPR dan Presiden Republik Indonesia atas kekerasan dan penembakan terhadap petani ini.
  3. Di mana memungkinkan, sesuai dengan tingkat perkembangan organisasi AGRA setempat, melakukan aksi-aksi protes langsung di jalanan, dengan menekankan pentingnya tentara dan polisi menjauh dari persoalan tanah dan pentingnya segera pemerintah Indonesia membuat mekanisme penyelesaian sengketa tanah yang berpihak kepada kepentingan rakyat tani.
  4. Khususnya kepada AGRA Wilayah Jawa Timur untuk terus mengupayakan penyelidikan mengenai sebab-sebab terjadinya kekerasan ini dan menggalang solidaritas massa rakyat, guna membentuk front yang lebih luas mengenai persoalan-persoalan agraria di Jawa Timur.
  5. Kepada seluruh jajaran AGRA dan simpatisan AGRA, agar selalu waspada dan hati-hati serta menjadikan peristiwa ini sebagai satu kesatuan argumen bahwa rejim SBY-Kalla memang boneka dan antek-antek imperialisme Amerika dan pastilah tidak akan mungkin mengharapkan rejim yang penuh kekerasan terhadap petani semacam ini akan menjalankan Pembaruan Agraria. Kepalsuan rejim ini sudah demikian terangnya bagi kita semua.

Demikianlah Seruan AGRA ini disampaikan kepada kawan-kawan semua, untuk dijadikan pedoman dan garis politik AGRA dalam peristiwa ini.

Bandung, 31 Mei 2007
Pimpinan Pusat
Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA)

Top
People's Coalition on Food Sovereignty (PCFS)
c/o PAN AP
P.O. Box 1170, 10850 Penang, Malaysia
Tel: 604-6570271/6560381 Fax: 604-6583960

E-mail: secretariat@foodsov.org
Copyright 2005-2007 People's Coalition on Food Sovereignty (PCFS)